
Sabuk konveyor karet umum dapat mengangkut material di bawah suhu 80°C, seperti batu bara, bijih, pasir, kerikil, dan biji-bijian. Namun, industri khusus tertentu menangani material pada suhu yang sangat tinggi, seperti klinker, produk semen, tanah liat kering di pabrik semen, bijih sinter, kokas, pelet, terak di pabrik baja, serta material di industri pengecoran dan taconite. Suhu di industri ini sering berkisar antara 200 hingga 500 derajat Celsius, dan terkadang bahkan melebihi 800 derajat Celsius.
Rentang suhu dan suhu permukaan sabuk untuk material bersuhu tinggi (hanya sebagai referensi)
Material yang Diangkut | Ukuran Gumpalan | Suhu Material yang Diangkut | Suhu Permukaan Sabuk |
Bijih Sinter | 25~200mm (1~8 inci) | 200~400°C (390~750°F) | 130~150°C (270~300°F) |
Bijih Sinter Kembali | ≤10mm (0.4 inci) | 260°C (480°F) | 150~190°C (300~370°F) |
Kokas | 100~200mm (4~8 inci) | 70~100°C (160~210°F) | 50~60°C (120~140°F) |
Bahan Baku | ≤30 mm (1.2 inci) | 180~220°C (360~410°F) | 100~120°C (210~250°F) |
Klinker | 10~30 mm (0.4~1.2 inci) | 100~220°C (210~410°F) | 100~110°C (210~230°F) |
Semen | Bubuk | 100~125°C (210~250°F) | 80~90°C (170~190°F) |
Serbuk Logam | —— | 170°C (340°F) | 120~130°C (250~270°F) |
Pasir Cetak | —— | 200~250°C (390~480°F) | 80~90°C (170~190°F) |

Namun karet alam tidak dapat menahan suhu setinggi itu, dan keausan parah, guncangan, serta tegangan semakin mempercepat proses penuaan sabuk konveyor, menyebabkan pengerasan dan retak pada karet. Oleh karena itu, saat memproduksi sabuk konveyor untuk menangani material bersuhu tinggi, perlu dimasukkan formulasi kimia yang sesuai untuk membuat sabuk konveyor tahan panas. Dalam industri kimia, DIN 22102 mengklasifikasikan sabuk konveyor tahan panas menjadi tiga tingkatan: T1, T2, dan T3, masing-masing sesuai dengan suhu uji 120, 150, dan 180 derajat Celsius.
Sabuk konveyor tahan panas terdiri dari lapisan pembakaran suhu tinggi, lapisan transisi, lapisan insulasi organik, dan lapisan kuat tahan panas. Permukaan karet menggunakan EPDM (Etilen Propilena Diena Monomer) atau SBR (Karet Stirena-Butadiena Terpolimerisasi) untuk membuat penutup karet masing-masing; kanvas poliester atau kanvas dengan kekuatan tinggi dan permeabilitas tinggi dapat membuat lapisan kuat. Semua ini akan direkatkan bersama melalui vulkanisasi suhu tinggi.
Penutup tahan panas menghasilkan lapisan karbon berpori saat sabuk konveyor membawa material bersuhu tinggi. Lapisan karbon ini berfungsi sebagai tahan bakar dan mencegah suhu tinggi merambat lebih dalam ke tubuh sabuk, sehingga melindungi kekuatan internal sabuk konveyor tahan panas. Selain itu, lapisan karbon menghasilkan retakan halus tidak beraturan selama pengoperasian sabuk konveyor, yang dapat memberikan efek pendinginan pada sabuk konveyor itu sendiri.

Aplikasi:
Digunakan di pabrik semen, pabrik baja dan besi, metalurgi, industri koking. Utamanya untuk mengangkut kokas, besi dan baja cor, klinker semen, serta material bersuhu tinggi. Fitur: Produk memilih kanvas katun atau kanvas EP sebagai material rangka. Karet penutup dan karet bantalan adalah karet stirena-butadiena atau klorobutadiena yang memiliki kinerja tahan panas baik, dan cocok untuk membawa material pada suhu di bawah 150℃.
| Suhu | Tipe | Penutup Karet | Suhu Puncak Material | Suhu Material Kontinu | Aplikasi |
| Suhu Rendah | T1 | SBR | 150°C | 100°C | Material abrasif pada suhu rendah (kokas, produk sinter, dll.) |
| Suhu Tinggi | T2 | EPDM | 200°C | 150°C | Aplikasi suhu tinggi. (tanah liat kering, semen, klinker, dll.) |
| Suhu Super | T3 | EPDM | 250°C | 180°C | Aplikasi suhu super tinggi (bijih sinter, klinker semen, bahan kimia, dll.) |

Bengkel Vulkanisasi Sabuk Konveyor SUNGDA











